ABSTRAK
Sofiana, Dedek Padilah. 2018. Penerapan Metode Mendongeng dengan
Menggunakan Alat Peraga Boneka Tongkat untuk Meningkatkan Nilai Anti
Korupsi Siswa Kelas III B: Skripsi, Jurusan Ilmu Pendidikan Guru Sekolah
Dasar, FKIP Universitas Jambi, Pembimbing: (I) Drs. Faizal Chan, S.Pd.,
M.Si., (2) Panut Setiono, S.Pd., M.Pd.
Kata kunci: metode mendongeng, alat peraga boneka tongkat, pendidikan
anti korupsi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosedur penerapan
metode mendongeng dengan menggunakan alat peraga boneka tongkat dalam
meningkatkan nilai anti korupsi siswa kelas III B SD Negeri 131/IV
Telanaipura.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari
tiga siklus. Model tindakan kelas yang digunakan adalah model PTK Kemmis
dan MC Taggart yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan,
pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Penelitian ini dilakukan III B SD Negeri 131/IV Telanaipura Pada 1
September 2018 – 15 Februari 2019. Data penelitian diperoleh dengan cara
mengamati sikap anti korupsi peserta didik melalui lembar observasi
nilai anti korupsi kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian peserta
didik (sebagai data utama) dan wawancara dengan guru kelas (sebagai data
penunjang).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada nilai
anti korupsi kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian peserta didik
setelah diterapkannya metode mendongeng dengan menggunakan alat peraga
boneka tongkat. Pada pra tindakan nilai anti korupsi peserta didik hanya
sebesar 55%. Pada siklus I nilai anti korupsi peserta didik mengalami
peningkatan sebesar 59%. Setelah dilakukannya perbaikan pada siklus II
nilai anti korupsi peserta didik mengalami peningkatan menjadi 63%. Pada
siklus III nilai anti korupsi peserta didik mengalami peningkatan yang
cukup signifikan yaitu sebesar 70%.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpilkan bahwa penerapan
metode metode mendongeng dengan menggunakan alat peraga boneka tongkat
dapat meningkatkan nilai anti korupsi kejujuran, tanggung jawab, dan
kemandirian peserta didik kelas III B SDN 131/IV Telanaipura.
Dari hasil penelitian ini disarankan agar pembelajaran tidak terasa
membosankan dan melelahkan bagi peserta didik, guru dapat memberikan
permainan-permainan atau ice breaking yang bervariasi seperti tepuk
satu, tepuk hari minggu, permainan darat laut udara, dan lain
sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar